Pages

Jumat, 29 Juni 2012

where there is will there is a way



"where there is will there is a way"
rangkaian kata diatas bukan lah hal asing bagi telinga kita untuk didengar,
bukanlah hal yang asing bagi mata untuk dilihat
yah, dimana ada kemauan disitu pasti ada jalan *insyaAllah

"tetapkan tujuan, dan biarkanlah otak kiri kita yang mencari jalan untuk mewujudkanya" begitu kata seorang teman di kantor,
dan sedikit saya sudah membuktikanya..
tak sadar beberapa hari yang lalu mencoret coret "100 target" yang telah saya buat sejak tahun 2008
ah nampaknya perlu renewal, setelah 4 tahun berlalu
tuliskan saja mimpimu di atas sebuah kertas,
bawa kemana saja engkau pergi,
siapa tau, tanpa kau sadari engkau telah mewujudkannya satu per satu,

benar apa yang disampaikan oleh salah satu almuni IPB,
jangan hanya mengangan-angankan mimpi, karena bisa jadi engkau akan lupa,
tapi catatlah..tulis, dan bukukan :)
lalu berusahalah, semaksimalnya,
jangan hanya mencoba, tapi berusahalah, lalu berdo'a
dan biarkan Allah yang memutuskan,
ingat kita wajib usaha, dengan alasan bahwa jikasuatu saat Allah sedang mereview mimpi kita
maka kita sudah punya alasan untuk berhak mendapatkan mimpi tersebut, katakan saja pada Allah
"dear Allah saya sudah berusaha, selebihnya jika harapan/mimpi saya baik maka Engkau lebih tau kapan waktu yang tepat untuk merealisasikanya ataupun Engkau akan menggantinya dengan yang lebih baik"

hehehhehe


jakarta 29 juni 2012
depresi itu segeralah pergi




tak sekedar kata



kata "sabar" dan "ikhlas" merupakan 2 kata yang sangat sering diucapkan ketika seorang teman mengalami apa yang biasa kita sebut  "musibah"
sekalipun kita sendiri tau, bahwasanya realisasi kedua kata tersebut sangatlah sulit..
lidah ini terkadang begitu mudah mengucapkan nasihat yang begitu kalimat itu ditujukan bagi diri pribadi rasanya seperti pukulan telak...

Didalam QS Al Baqarah [2] ayat 153 Allah SWT berfirman, “Wahai orang-orang yang beriman jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolongmu. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar."

kenapa Allah menggabungkan "sabar" dengan "sholat" sebagai penolong dan  bukan "syukur" dengan "sholat" ya?
apakah kiranya sabar itu identik dengan  "kepedihan" sementara syukur itu identik dengan "kebahagiaan" ?

ataukah karena bersabar itu perlu usaha lebih daripada bersyukur?

tanyaku pun terus mengalir pada setiap kejadian yang menimpa..
pada setiap benturan yang menggelora.



jakarta 29 Juni 2012

in the middle of jum'ah barokah