terkadang aku takut
apa yang aku minta hampir semua di kabulkan oleh NYA
dulu.. impian terbesarku adalah bisa kuliah
jadi mahasiswa adalah dambaan
masuk PTN favorit yang berawalan "I" -ITB/ITS- adalah azzam
berkecimpung dengan hal yang berbau fisika - matematika adalah hobi sekaligus kebanggan
dan semua telah pernah kulalui..
menjadi seorang aktivis??
ah karena aku bilang tipis -aktifis bukan aktebal- maka itu juga sudah aku rasakan
ikut aksi??
bahkan saat saat tugas akhirpun itu jadi wahana refreshing
masih teringat dulu ketika camp jurusan di malang
cita citaku adaah menjadi engineer..
betapa kuat impianku ketika aku kuliah dulu.. menjadi seorang Network engineer
dan apa yang ku alami sekarang,,, semuanya nyata
lahaula walaquwata ila billah
dear Allah maafkan hamba MU yang hina ini,
jika permintaanya melampoi batas
masih banyak ya Allah yang aku pinta,
tahun ini.."aqiqah, kurban"
tahun depan.."umrah"
dan tahun depanya lagi..lagii, dan lagii "menjadi seorang hafidzah dan perempuan sholihah juga muslihah"
namun aku takut..
namun aku malu..
ketika menyadari, siapa aku sebenarnya
ketika menyadari maksiat yang menggunung
ketika mendapati diri yang tak sanggup memahami dimensi waktu
dear Allah TERIMA KASIH ATAS SEMUANYA
skip to main |
skip to sidebar
pelangi kata akan melukiskan keindahan bahasa
Pages
Kamis, 09 Juni 2011
semuanya
posted with love by :
asmanuha
@
15.22
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
jatuh tertimpa tangga
"sudah jatuh tertimpa tangga"...
begitu kira kira bunyi salah satu peribahasa
yang artinya -sial-
ah coba kita lihat dari sudut pandang lain..
bukan kah itu sesuatu yang beruntung??
apapun yang terjadi "jatuh" itu terasa sakit, jika kita salah menyikapinya
termasuk jatuh cinta sekalipun;
akan terasa sakit jika kita salah menyikapinya.
jatuh kaya pun tak kalah sakitnya, jika kita salah bersikap atas kekayaan kita...
kembali ke topik
kenapa saya mengatakan jatuh yang tertimpa tangga itu beruntung?
yah karena setelah "jatuh" kita punya "tangga" untuk kembali mendaki
kita akan bangkit kemudian "memanjat tangga" yang telah tersedia
akan lain jadinya jika peribahasa tersebut diganti
"sudah jatuh tertimpa batu"
maka peristiwa "jatuh" itu akan di ukir dalam batu prasati yang menimpanya
dan prasasti itu akan abadi, sehingga bangkitpun seolah terasa sulit karena bayang bayang ukiran hitam diatas batu itu...
-bukankah mengukir diatas batu itu akan lebih lama hilangnya dari pada mengukir di atas air?-
beruntung bukan batu nisan ^^
wAllahu a'lam
begitu kira kira bunyi salah satu peribahasa
yang artinya -sial-
ah coba kita lihat dari sudut pandang lain..
bukan kah itu sesuatu yang beruntung??
apapun yang terjadi "jatuh" itu terasa sakit, jika kita salah menyikapinya
termasuk jatuh cinta sekalipun;
akan terasa sakit jika kita salah menyikapinya.
jatuh kaya pun tak kalah sakitnya, jika kita salah bersikap atas kekayaan kita...
kembali ke topik
kenapa saya mengatakan jatuh yang tertimpa tangga itu beruntung?
yah karena setelah "jatuh" kita punya "tangga" untuk kembali mendaki
kita akan bangkit kemudian "memanjat tangga" yang telah tersedia
akan lain jadinya jika peribahasa tersebut diganti
"sudah jatuh tertimpa batu"
maka peristiwa "jatuh" itu akan di ukir dalam batu prasati yang menimpanya
dan prasasti itu akan abadi, sehingga bangkitpun seolah terasa sulit karena bayang bayang ukiran hitam diatas batu itu...
-bukankah mengukir diatas batu itu akan lebih lama hilangnya dari pada mengukir di atas air?-
beruntung bukan batu nisan ^^
wAllahu a'lam
posted with love by :
asmanuha
@
15.05
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook